Rabu, 01 Februari 2012

Definisi dan Cara Kerja DNS Server


DNS adalah Domain Name Server, yaitu server yang digunakan untuk mengetahui IP Address suatu host lewat host name-nya. Dalam dunia internet, komputer berkomunikasi satu sama lain dengan mengenali IP Address-nya.Namun bagi manusia tidak mungkin menghafalkan IP address tersebut, manusia lebih mudah menghapalkan kata-kata seperti www.yahoo.com, www.google.com, atau www.friendster.com. Jadi ,DNS berfungsi untuk mengkonversi nama yang bisa terbaca oleh manusia ke dalam IP addresshost yang bersangkutan untuk dihubungi.

Cara kerja DNS adalah sebagai berikut:

Ketika kita merequest suatu alamat, misalnya www.friendster.com dari host kita (nirmaladewi.its.ac.id – 202.154.63.26), maka host kita akan mengontak name server lokal untuk menanyakan dimanakah www.friendster.com berada. Name server ITS (202.154.63.2) akan mencari request tersebut di databasen lokal. Karena tidak ada, maka name server akan mengontak root DNS servernya, siapa yang memegang domain untuk .com

Beberapa daftar Top Level Domain (TLD) yang ada sekarang adalah: com, net, org, biz, info, name, museum, dan tv. Sedangkan Country Code Top Level Domain (ccTLD) adalah: us, uk, fr, es, de, it, jp, ie, dll.
Root server akan memberitahu IP address dari server DNS dari www.friendster.com. Kemudian DNS server lokal akan mengontak server DNS yang mengelola www.friendster.com. Kemudian DNS server tersebut akan memberitahu IP address dari www.friendster.com. baru host nirmaladewi merequest www.friendster.com dengan IP address tersebut.

Istilah-Istilah dalam DNS:


SOA MNAME – SOA: Start Of Authority
SOA MNAME adalah field yang menunjukkan master server pada puncak/root dari zona authority. Hanya diperbolehkan terdapat satu master server tiap zona authority. Contohnya domain its.ac.id memiliki SOA MNAME ns1.its.ac.id

SOA RNAME


SOA RNAME adalah email address dari orang atau organisasi yang bertanggung jawab pada zona ini. Format field ini berbeda dengan format email biasa (yaitu memakai tanda ‘@’). Format yang digunakan dalam field ini adalah mailbox-name.domain.tld. Misalnya itsnet.its.ac.id akan ekuivalen dengan itsnet@its.ac.id

SOA Serial Number

SOA Serial Number adalah field yang menunjukkan serial number dari DNS server. Field ini berisi nilai unsigned 32 bit mulai dari 1 hingga 4294967295 dengan jumlah increment maksimal 2147483647. Dalam implementasi BIND (Berkeley Internet Name Daemon), field ini didefiniskan dalam 10 digit. Format yang paling populer dalam penamaan serial number ini adalah yyyymmddss dengan yyyy adalah tahun, mm adalah bulan, dd adalah tanggal, dan ss adalah jumlah perubahan yang dilakukan pada hari itu. Nilai dari field ini harus diubah ketika terjadi perubahan pada zone file. Perubahan ini wajib dilakukan karena server lain menyimpan informasi mengenai zona berdasarkan serial number. Selama serial number server tidak berubah, maka data di cache juga tidak akan berubah.

SOA REFRESH

SOA REFRESH adalah field yang menunjukkan waktu slave server akan merefresh zona dari master server. Field ini dalam satuan detik dengan nilai signed 32 bit. RFC1912 merekomendasikan 1200 hingga 43200 detik. 1200 detik jika datanya cepat berubah dan 43200 detik jika data jarang berubah.

SOA RETRY

SOA RETRY adalah field yang menunjukkan berapa lama waktu jeda antara percobaan slave server mengkontak master server jika kontak pertama mengalami kegagalan ketika slave master me-refresh cache dari master server. Field ini dalam satuan detik dengan nilai signed 32 bit. Nilai yang ideal tergantung keadaan dan kecepatan network local. Biasanya nilainya adalah 180 (dua menit) hingga 900 (tiga belas menit) atau lebih tinggi.

SOA EXPIRE

SOA EXPIRE adalah field yang menunjukkan berapa lama zona-data masih authoritative. Field ini hanya berlaku untuk slave atau secondary server. Ketika nilai ini telah expired, maka slave master akan mengontak master server untuk membaca SOA record pada zona dan merequest AXFR/IFXR jika serial number berubah. Jika slave gagal mengontak master, maka slave akan terus mencoba mengontak master dan masihmelayani query hingga waktu SOA EXPIRE habis. Setelah itu slave akan berhenti melayani query hingga kontak ke master server berhasil. RFC 1912 merekomendasikan 1209600 hingga 2419200 (2-4 minggu).

SOA MINIMUM TTL
SOA MINIMUM TTL adalah nilai default TTL (Time To Live) untuk semua record pada zone file. Field ini dalam satuan detik. Implementasi BIND9 mendefinisikan field ini dalam nilai negatif.

CNAME
CNAME, Canonical Name for Alias adalah record yang menjelaskan primary name untuk owner. Nama ownernya disebutkan dalam alias. Formatnya adalah: CNAME

MX
MX adalah record yang menjelaskan tentang domain mail exchange. Formatnya adalah sebagai berikut: [domain-name] IN MX [Preference] [Exchange]
Dimana:


Preference adalah 16 bit integer yang menunjukkan preferences dari suatu domain dengan domain lainnya. Semakin kecil nilainya maka preferencesnya semakin bagus. Exchange adalah domain yang akan menangani mail exchange untuk owner name (tertulis di paling kiri itu loooh ^x^)

A
A adalah field yang menunjukkan alamat Ipv4. Nama owner akan ekuivalen dengan IP address yang didefinisikan setelah record A.


PTR
PTR adalah domain name pointer, yaitu record yang menunjuk ke lokasi tertentu dalam domain name space


AAAA
AAAA adalah record seperti record A yang menunjukkan alamat class alamat IPv6 yang spesifik dengan data format 128 bit (sesuai dengan format bit Ipv6).


TXT
TXT adalah record yang menunjukkan text strings, digunakan untuk menangani teks yang berisi deskripsi suatu domain. Semantiknya tergantung dengan domain name dimana teks ditemukan.

Kamis, 22 Desember 2011

INSTALL SYSTEM OPRERASI DARI JARINGAN SERVER DEBIAN

InstalasiOperating System WINDOWS melalui Jaringan ( tanpa cd, tanpa cd drive, USB)dengan Linux Debian

Apa yang akan kita lakukan apabilakita mendapat kendala seperti ini :
- mau install OS di laptop yang tapitidak ada cd drive ?
- mau install OS di lab yang banyak dan drive cd nya cuman 1
- hehehe biar orang tau kalua orangkupang ju bisa..
Solusinya adalah…. Hehehehe …instalasi os via jaringan…
Persiapan
sebelumnya siapkan dulu ISO cdWindows alternate.
? pxe boot gunanya buat bootingjaringan, seperti LTSP (Linux Terminal Server Protocol)
program atau aplikasi yang kitabutuhkan yaitu :
  1. tftpboot : ini buat bootingnya
  2. dhcpd : ini biar komputer bisa kasih IP
  3. apache2 : ini buat pointing repositori ketika instalasi
Cara instalasinya adalah denganperintah

Lawafalu@wacumura:~#apt-get install apache2 dhcp3-server tftpd-hpa

Konfigurasi
1. buat dulu direktori Debian

Lawafalu@wacumura:~# mkdir /var/lib/tftpboot/windows

2. mauunting isoDebian alternate nya (misal disini kita taruh di home folder)
Lawafalu@wacumura:~# mauunt-o loop Windows.iso /var/lib/tftpboot/windows

3. kita buat softlink (semacamshortcut) di tempatnya direktori web server (htdocs,localhost)
Lawafalu@wacumura:~#cd/var/www
Lawafalu@Lawafalu:/var/www/:~#ln -s /var/lib/tftpboot/Windows

4. kita konfigurasi dhcp server nya
Lawafalu@wacumura:~# nano/etc/dhcp3/dhcpd.conf

ubah isinya jadi seperti ini :

ping-check = 1;
filename = “windows/install/netboot/pxelinux.0″;
subnet 192.168.1.0
netmask 255.255.255.0 {
range 192.168.1.10 192.168.1.254;
}

5. selesai, ubah IP komputer kitajadi 192.168.1.1 dan restart

Ujicoba
pastikan target yang mau diinstallterkoneksi dengan komputer kita, kemudian setting biosnya dengan booting via LAN,kalau tidak ada yabg bisa pake disketdengan download dulu romnya (pake disket not rekomend).

Eehhhhhhhhh hamper lupa kalu UntukWINDOWS terserah win apa saja ? Win xp, vista, win 7 -à>>>
Jadi too… salama : WacuMura

Rabu, 09 November 2011

Definisi DNS SERVER



DNS SERVER
DNS (Domain Name System, bahasa Indonesia: Sistem Penamaan Domain) adalah sebuah sistem yang menyimpan informasi tentang nama host maupun nama domain dalam bentuk basis data tersebar (distributed database) di dalam jaringan komputer, misalkan: Internet. DNS menyediakan alamat IP untuk setiap nama host dan mendata setiap server transmisi surat (mail exchange server) yang menerima surat elektronik (email) untuk setiap domain.
DNS menyediakan servis yang cukup penting untuk Internet, bilamana perangkat keras komputer dan jaringan bekerja dengan alamat IP untuk mengerjakan tugas seperti pengalamatan dan penjaluran (routing), manusia pada umumnya lebih memilih untuk menggunakan nama host dan nama domain, contohnya adalah penunjukan sumber universal (URL) dan alamat e-mail. DNS menghubungkan kebutuhan ini.
Sejarah singkat DNS
Penggunaan nama sebagai pengabstraksi alamat mesin di sebuah jaringan komputer yang lebih dikenal oleh manusia mengalahkan TCP/IP, dan kembali ke jaman ARPAnet. Dahulu, setiap komputer di jaringan komputer menggunakan file HOSTS.TXT dari SRI (sekarang SIR International), yang memetakan sebuah alamat ke sebuah nama (secara teknis, file ini masih ada – sebagian besar sistem operasi modern menggunakannya baik secara baku maupun melalui konfigurasi, dapat melihat Hosts file untuk menyamakan sebuah nama host menjadi sebuah alamat IP sebelum melakukan pencarian via DNS). Namun,, sistem tersebut diatas mewarisi beberapa keterbatasan yang mencolok dari sisi prasyarat, setiap saat sebuah alamat komputer berubah, setiap sistem yang hendak berhubungan dengan komputer tersebut harus melakukan update terhadap file Hosts.
Dengan berkembangnya jaringan komputer, membutuhkan sistem yang bisa dikembangkan: sebuah sistem yang bisa mengganti alamat host hanya di satu tempat, host lain akan mempelajari perubaha tersebut secara dinamis. Inilah DNS.
Paul Mockapetris menemukan DNS di tahun 1983; spesifikasi asli muncul di RFC 882 dan 883. Tahun 1987, penerbitan RFC 1034 dan RFC 1035 membuat update terhadap spesifikasi DNS. Hal ini membuat RFC 882 dan RFC 883 tidak berlaku lagi. Beberapa RFC terkini telah memproposikan beberapa tambahan dari protokol inti DNS.
Teori bekerja DNS
Para Pemain Inti
Pengelola dari sistem DNS terdiri dari tiga komponen:
  • DNS resolver, sebuah program klien yang berjalan di komputer pengguna, yang membuat permintaan DNS dari program aplikasi.
  • recursive DNS server, yang melakukan pencarian melalui DNS sebagai tanggapan permintaan dari resolver, dan mengembalikan jawaban kepada para resolver tersebut;
  • authoritative DNS server yang memberikan jawaban terhadap permintaan dari recursor, baik dalam bentuk sebuah jawaban, maupun dalam bentuk delegasi (misalkan: mereferensikan ke authoritative DNS server lainnya)
Pengertian beberapa bagian dari nama domain
Sebuah nama domain biasanya terdiri dari dua bagian atau lebih (secara teknis disebut label), dipisahkan dengan titik.
Label paling kanan menyatakan top-level domain – domain tingkat atas/tinggi (misalkan, alamat www.wikipedia.org memiliki top-level domain org).
Setiap label di sebelah kirinya menyatakan sebuah sub-divisi atau subdomain dari domain yang lebih tinggi. Catatan: “subdomain” menyatakan ketergantungan relatif, bukan absolut. Contoh: wikipedia.org merupakan subdomain dari domain org, dan id.wikipedia.org dapat membentuk subdomain dari domain wikipedia.org (pada prakteknya, id.wikipedia.org sesungguhnya mewakili sebuah nama host – lihat dibawah). Secara teori, pembagian seperti ini dapat mencapai kedalaman 127 level, dan setiap label dapat terbentuk sampai dengan 63 karakter, selama total nama domain tidak melebihi panjang 255 karakter. Tetapi secara praktek, beberapa pendaftar nama domain (domain name registry) memiliki batas yang lebih sedikit.
Terakhir, bagian paling kiri dari bagian nama domain (biasanya) menyatakan nama host. Sisa dari nama domain menyatakan cara untuk membangun jalur logis untuk informasi yang dibutuhkan; nama host adalah tujuan sebenarnya dari nama sistem yang dicari alamat IP-nya. Contoh: nama domainwww.wikipedia.org memiliki nama host “www”.
DNS memiliki kumpulan hirarki dari DNS servers. Setiap domain atau subdomain memiliki satu atau lebih authoritative DNS Servers (server DNS otorisatif) yang mempublikasikan informas tentang domain tersebut dan nama-nama server dari setiap domain di-”bawah”-nya. Pada puncak hirarki, terdapat root servers- induk server nama: server yang ditanyakan ketika mencari (menyelesaikan/resolving) dari sebuah nama domain tertinggi (top-level domain).

Setting Router Debian + firewall

langsung saja ke TKP,.. pake debian/ubuntu. biar agak enak lewat ssh aja. asumsi sistem sudah terinstall dengan baik dan memiliki 2 lan card (eth0 dan eth1).
1. edit file konfigurasi “sysctl.conf” di “etc/sysctl.conf”
buka ipv4 forwardingnya dan kasih option 1
#sysctl -p /etc/sysctl.conf -A (untuk restart)
dengan asumsi eth0 adalah yang ke jaringan luar/internet, dan eth1 adalah jaringan lokal.
rule iptables untuk nat masquerade
#iptables -t nat -A POSTROUTING -o eth0 -j MASQUERADE
untuk melihat hasilnya dengan perintah
#iptables -t nat -nL
untuk menyimpan
#iptables-save
#iptables-save > /etc/iptables.conf
setelah itu, tambahkan options dibawah script eth0
post-down iptables-save -c > /boot/iptables.conf
pre-up iptables-restore < /boot/iptables.conf
maka secara otomatis semua rule akan tersimpan dan tetap berjalan walaupun komp direstart
================konfigurasi standar route=======================
untuk firewallnya:
ada tiga proses dalan jaringan
INPUT ===== FORWARD=====OUTPUT
INPUT=dari lokal, dan berjalan menuju FORWARD(router) dan akan diteruskan ke OUTPUT
FORWARD=dari Router, bisa menuju ke INPUT(lokal) ataupun ke OUTPUT(wan)
OUTPUT=dari wan, menuju ke FORWARD(router) dan diteruskan ke INPUT(lokal)
jika kita ingin meng-blok akses dari lokal maka option yang dipilih adalah INPUT.
sebagai contoh mengblok ip yang mengakses port dari ssh(22) :
#iptables -I INPUT -p tcp –dport 22 -s xxx.xxx.xxx.xxx -j DROP
dimana xxx.xxx.xxx.xxx adalah ip lokal yang tidak bolek akses
untuk firewall sebagai contoh kita untuk menutup port netbios (135,137-139, 445)
#iptables -I INPUT -p tcp –dport 135 -j DROP
#iptables -I FORWARD -p tcp –dport 135 -j DROP
#iptables -I OUTPUT -p tcp –dport 135 -j DROP
dts,….

Rabu, 26 Oktober 2011

RT / RW NET

Mendapatkan Akses Point High Power 1000Mwatt, dengan feature yang sangat lengkap. tidak menggunakan PC cukup mini router yang di instalkan Billing Hotspot, efisien dan hemat dan mampu beroperasi menggunakan UPS saja, cocok untuk daerah2 yang sering padam listriknya. Walaupun listrik padam anda tetap bisa berjualan internet dan akan menjadi kelebihan untuk usaha hotspot anda.



Untuk RT RW Net, akses point kita ini mampu untuk diakses Klien hingga 6 Km dengan menggunakan antena Grid 24 db.

Isi Paket AP, Siap Pakai :
  • Antenna Hi-Gain 15 dBi Omnidirectional >>  TP-Link
  • Bracket Antenna Omni >> Kelengkapan Antena
  • Wireless Akses Point High Power 1000Mwatt >>  BULLET2HP 2.4 GHz, UP TO 54 MBPS, 802.11B, ACCESS POINT, BULLET 2 HP
  • Kabel Pigtail >> 15 Volt 3 Amper
  • Power Over Ethernet (POE) >> Kelengkapan Radio
  • Kabel UTP 25 Meter >> Kelengkapan Paket
  • Box Outdoor >> Kelengkapan Radio
  • Billing Hotspot >> Paket System
  • Mini Routerboard >> Routerboard









Spotlight Mengenai Radio ini:

BULLET2HP
Product Image
POE ADAPTOR 15 Volt
Product Image
Antena 15 Dbi
omni antena

Kabel UTP 25 Meter

RouterBoard



Feature Hotspot :



  • Bisa Usaha Hotspot Sekaligus Warnet karena dilengkapi Billing Management, bandwith management, Router management, dll
  • Dilengkapi dengan Load Balancing 3 Line
  • Dilengkapi dengan 2 Gateway > Gateway Hotspot & Gateway LAN
  • beberapa client kami meminta dibuatkan billing hotspot sekalian bisa digunakan untuk warnet dan office, misalnya pembuatan 2 atau 3 atau lebih output dari beberapa kelas IP, misalnya IP :
    Klik untuk lihat gambar lebih Detail

    1. IP Kelas Hotspot : 172.16.10.0/24 --> Otentikasi Login
    2. IP Kelas - Warnet        : 192.168.101.0/24
    3. IP kelas - Kantor Anda  : 192.168.102.0/24
    4. IP kelas - Other           : 192.168.103.0/24
  • Login user Name & Password.
    Dapat menampilkan iklan, dan dapat dirotasi dan dan ditampilkan dalam kurun waktu tertentu. "Ini adalah solusi yang bagus bagi penyedia jasa hotspot yang mempromosikan produk-produknya. Iklan tidak lagi hanya bisa ditampilkan di halaman login, namun juga bisa ditampilkan setiap rentang waktu tertentu.
  • Gak perlu lagi Komputer Server
  • User management system dilengkapi system Radius Server
  • Hotspot Walled Garden, salah satu fitur yang memungkinkan user untuk mengakses area bebas akses (free surfing area) tanpa terhalang oleh authentication Web Login, tetapi untuk alamat-alamat yang lain masih tetap melakukan authentication. dapat digunakan sebagai sarana promosi bisnis ISP dengan membuat free URL dengan akses terbatas yang digunakan sebagai ajang trial oleh calon pelanggan sebelum mereka menjadi pelanggan sebenarnya.
  • Halaman Web Login yang sangat cantik
    Manajemen Volume Base Peruser.
  • Manajemen Time Base Peruser.
  • Sudah menggunakan System keamanan Radius Server yang tidak bisa di Hacking..
  • Fungsi Trial Hotspot, memungkinkan calon pelanggan untuk mencoba akses internet secara trial atau akses internet yang diatur waktu/lama penggunaannya, sebelum menjadi pelanggan sebenarnya.
  • Administrasi User & Admin secara Remote
    Cookies Manajemen, Memungkinkan User tidak terus menerus melakukan Web login saat mengakses internet, jadi bisa diatur intervalnya.
  • Keep alive/Idle TimeOut
  • Laporan/printing billing harian, mingguan, bulanan, tahunan.
  • Fasilitas finding user.
  • Laporan login user
  • popup laporan upload/download/waktu terpakai.
  • Print Voucher generate
  • Block akses extensi tertentu seperti MP3, AVI, MPG.
  • Block web tertentu seperti torrent, rapidshare, Situs2 porno dll.
  • Dilengkapi dengan Voucher Generator
  • MAC Filtering, mengijinkan MAC terdaftar yang bisa akses 
  • Filter WebPage,dapat meproteksi halaman web tertentu atau kata-kata tertentu.
  • Bandwith Manajemen 
  • Pengaturan Testing akses dengan Free URL akses secara terbatas.
  • Total dan batas pemakain user muncul di client 
  • Pengaturan block Web Site
  • Otomatis disconect jika waktu/kuota sudah habis
  • Support DHCP
  • Mengetahui user sedang browsing alamat web
  • Enable/disable MultiUser dengan satu account 
  • Bisa membuat Virtual SSID, bisa dibuatkan banyak nama Hotspot.
  • Login by Mac, HTTP CHAP/PAP, Cookie, HTTPS, & Trial 
  • Memantau Trafik Manajemen secara RealTime, di PC Remote WinXP/98
  • Blok access By Mac, IP, User
  • Bisa di lengkapi blok MIRC, YM, Chat MSN, Meebo, Trillian, dll. untuk kenyamanan dari tukang cahting diperusahaan yang mengganggu aktifitas perusahaaan
  • Dilengkapi dengan Managemen operator secara web based managemen
  • Memiliki script yang handal untuk mempercepat speed akses internet anda.
  • Kami memberikan support yang handal secara gratis untuk ISP, CafeNet, Warnet, HotelNet, CampusNet, untuk membantu anda menangani solusi Usaha anda.









Catatan :



  • Fungsi Hotspot Sudah dilengkapi dengan Billing manajemen menyangkut accounting atau Harga.
  • Sangat bagus diterapkan untuk membangun RT/RW Net dengan biaya terjangkau

Selasa, 25 Oktober 2011

Pemancar Sinyal Wi-fi

Peralatan yang dibutuhkan untuk membangun Antena Pemancar Sinya Wifi
Untuk membangun Sebuah antena pemancar secara sederhana yang harus anda siapkan pertama adalah koneksi internet Unlimited yang akan dijadikan sebagai backbone pemancar Wireless LAN anda.

Dan peralatan pendukungnya antara lain :
1. Access Point








Fungsi Access Point adalah sebagai Hub/Switch yang bertindak untuk menghubungkan jaringan lokal dengan jaringan wireless/nirkabel para client/tetangga anda, di access point inilah koneksi internet dari tempat anda dipancarkan atau dikirim melalui gelombang radio, ukuran kekuatan sinyal juga mempengaruhi area coverage yang akan dijangkau, semakin tinggi kekuatan sinyal (ukurannya dalam satuan dBm atau mW) semakin luas jangkauannya.

2. Antena ( Omni atau sectoral )









Untuk memperluas coverage area hingga beberapa Kilometer, anda memerlukan antena omni eksternal, meskipun ketika anda membeli access point sudah dilengkapi antena omni, namun belumlah cukup karena hanya berkekuatan sekitar 3-5dB, untuk memperluas area jangkauannya, anda memerlukan antena Omni eksternal, yang rata-rata berkekuatan 15dB.
Antena Omni ini memiliki pancaran atau radiasi 360 derajat, jadi cocok bisa menjangkau client dari arah mana saja.

3. Box Access Point






Untuk melindungi access point anda dari hujan, maka diperlukan pelindung berbentuk kotak, bisa terbuat dari plastik atau plat besi, rata-rata kotak ini sudah dilengkapi dengan kunci pengaman, dan box ini harus diletakkan persis di bawah antena.

4. Kabel Pigtail/ Kabel Jumper






Kabel Pigtail atau kabel jumperl diperlukan untuk menghubungkan antara antena omni dengan dengan access point, perhatikan panjang maksimal yang diperlukan hanya 1 meter, selebih dari itu anda akan mengalami degradasi sinyal (loss dB) Pada kedua ujung kabel terdapat konektor dimana type konektor disesuaikan dengan konektor yang melekat pada access point anda.

5. POE (Power Over E
thernet)






Agar kabel listrik tidak dinaikkan ke atas untuk "menghidupkan" access point maka anda memerlukan alat "POE" ini yang fungsinya mengalirkan listrik melalui kabel ethernet atau kabel UTP/STP, dengan alat ini maka anda tidak perlu repot-repot lagi mengulur kabel listrik ke atas tower, lebih praktis dan hemat.

6. Kab
el UTP/STP






Meski namanya perangkat wireless, namun peranan kabel juga diperlukan, kabel UTP/STP ini diperlukan untuk menghubungkan antara access point dengan jaringan kabel pada LAN lokal anda, jadi di bawah dia bisa ditancapkan ke komputer Gateway/Router atau ke Hub/Switch, pilihlah kabel UTP/STP yang berkualitas baik guna meningkatkan kualitas arus listrik yang dilewatkan melalui POE.

7. Penangkal Petir (Lightning Arrester)



Sebagai pengaman dari petir mak
a anda memerlukan alat ini yang berfungsi menyalurkan kelebihan beban listrik saat petir menyambar ke kabel pembumian (grounding), komponen ini dipasang pada kabel jumper antara perangkat access point dengan antena eksternal. Grounding untuk penangkal petir umumnya ditanam dengan batang tembaga hingga kedalaman beberapa meter sampai mencapai sumber air. Ingat grounding yang kurang baik akan menyebabkan perangkat wireless tetap rentan terhadap serangan petir.

8. Tower


Guna mendapatkan jangkauan area coverage yang maksimal, anda perlu menaikkan antena omni eksternal ke tempat yang tinggi agar client WLAN anda bisa menangkap sinyal radio anda dengan baik. 

Minggu, 09 Oktober 2011

instalasi LAMP server


1 Preliminary Note

In this tutorial I use the hostname server1.example.com with the IP address 192.168.0.100. These settings might differ for you, so you have to replace them where appropriate.

2 Installing MySQL 5

First we install MySQL 5 like this:
apt-get install mysql-server mysql-client
You will be asked to provide a password for the MySQL root user - this password is valid for the user root@localhost as well as root@server1.example.com, so we don't have to specify a MySQL root password manually later on:
New password for the MySQL "root" user: <-- yourrootsqlpassword
Repeat password for the MySQL "root" user: <-- yourrootsqlpassword

3 Installing Apache2

Apache2 is available as a Debian package, therefore we can install it like this:
apt-get install apache2
Now direct your browser to http://192.168.0.100, and you should see the Apache2 placeholder page (It works!):
Click to enlarge

Apache's default document root is /var/www on Debian, and the configuration file is /etc/apache2/apache2.conf. Additional configurations are stored in subdirectories of the /etc/apache2 directory such as /etc/apache2/mods-enabled (for Apache modules), /etc/apache2/sites-enabled (for virtual hosts), and /etc/apache2/conf.d.

4 Installing PHP5

We can install PHP5 and the Apache PHP5 module as follows:
apt-get install php5 libapache2-mod-php5
We must restart Apache afterwards:
/etc/init.d/apache2 restart



5 Testing PHP5 / Getting Details About Your PHP5 Installation

 
The document root of the default web site is /var/www. We will now create a small PHP file (info.php) in that directory and call it in a browser. The file will display lots of useful details about our PHP installation, such as the installed PHP version.
vi /var/www/info.php
<?php
phpinfo();
?>
Now we call that file in a browser (e.g. http://192.168.0.100/info.php):
Click to enlarge

As you see, PHP5 is working, and it's working through the Apache 2.0 Handler, as shown in the Server API line. If you scroll further down, you will see all modules that are already enabled in PHP5. MySQL is not listed there which means we don't have MySQL support in PHP5 yet.

6 Getting MySQL Support In PHP5

To get MySQL support in PHP, we can install the php5-mysql package. It's a good idea to install some other PHP5 modules as well as you might need them for your applications. You can search for available PHP5 modules like this:
apt-cache search php5
Pick the ones you need and install them like this:
apt-get install php5-mysql php5-curl php5-gd php5-idn php-pear php5-imagick php5-imap php5-mcrypt php5-memcache php5-ming php5-ps php5-pspell php5-recode php5-snmp php5-sqlite php5-tidy php5-xmlrpc php5-xsl
Now restart Apache2:
/etc/init.d/apache2 restart
Now reload http://192.168.0.100/info.php in your browser and scroll down to the modules section again. You should now find lots of new modules there, including the MySQL module:
Click to enlarge


7 phpMyAdmin

phpMyAdmin is a web interface through which you can manage your MySQL databases. It's a good idea to install it:
apt-get install phpmyadmin
You will see the following question:
Web server to reconfigure automatically: <-- apache2
Configure database for phpmyadmin with dbconfig-common? <-- No
Afterwards, you can access phpMyAdmin under http://192.168.0.100/phpmyadmin/: